LOVEBIRD tampaknya mulai menjadi idola sekarang. Pecinta burung ini tak hanya orangtua, kawula muda pun mulai ikut melirik burung jenis ini. Banyak anak muda menghadiahi pasangannya dengan burung tersebut.

Konon katanya, Lovebird dipercaya sebagian orang dijadikan simbol dalam kerukunan berpasangan. Burung ini terkenal dengan bentuknya yang lucu dan kombinasi warna bulu yang sangat menawan. Burung ini terkenal cerewet, karena sensitif dengan suara tinggi yang ada di sekitarnya.

Banyak pecinta burung itu bercerita bahwa apabila salah satu pasangan mati, maka pasangan yang lain-pun akan ikut mati. Layaknya janji sehidup-semati yang diucapkan muda-mudi yang sedang jatuh cinta.

Biasanya kondisi lovebird yang ditinggal mati pasangannya, seakan tidak memiliki gairah untuk hidup, dan sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam kotak tempat bertelur. Pikirannya stress begitu pula satu-per-satu bulu mulai rontok dari tubuhnya. Mirip sekali dengan manusia yang ditinggal pergi oleh kekasih hatinya.

Sungguh unik bukan? Ternyata penamaan burung ini setelah ditelusuri artinya sangat mendalam sesuai dengan namanya ëburung cintaí. Cinta adalah fitrah manusia, namun tidak hanya dari manusia saja kita bisa belajar memahami makna cinta, dari burung pun kita juga belajar tentang makna cinta.
Saling Menyayangi
Lovebird adalah satu dari sembilan jenis spesies genus Agapornis (dari bahasa Yunani “agape” yang berarti “cinta” dan “ornis” yang bearti “burung”). Mereka adalah burung yang berukuran kecil, antara 13-17cm dengan berat 40-60 gram, dan bersifat sosial.

Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies “Lovebird Kepala Abu-Abu” berasal dari Madagaskar. Nama mereka berasal dari kelakuan yang umum diobservasi, bahwa sepasang Lovebird akan duduk berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain.

Lovebird merupakan tipe burung yang monogami atau setia pada pasangan dalam jangka waktu yang lama. Lovebird jenis sayap hitam memiliki kekhususan memakan serangga dan buah ara, dan lovebird kerah hitam, memiliki kebutuhan diet khusus dengan buah ara, sehingga mereka bermasalah jika di penangkaran.

Beberapa spesies yang dibiakkan sebagai hewan peliharaan dengan berbagai warnanya yang cantik merupakan hasil persilangan yang selektif di peternakan burung. Burung lovebird dapat berumur 10 sampai 15 tahun.

Lovebird adalah burung terkecil di antara keluarga betet. Memiliki bentuk tubuh kompak, ekor pendek berujung tumpul, dan paruh tajam. Lovebird liar didominasi warna hijau dengan berbagai warna pada tubuh bagian atas , tergantung spesies.
Lovebird Fischerís, Lovebird Black-cheeked, dan Masked Lovebird, memiliki cincin putih terkemuka di sekitar mata mereka. Di Indonesia tipe ini disebut lovebird berkacamata.
Agresif
Populasi liar lovebird spesies Fischer Masked berada di kota-kota di Afrika Timur. Di daerah itu juga ditemui burung Lovebird tipe hibrida atau silangan dari beberapa spesies. Burung hibrida berciri memiliki cokelat kemerahan pada kepala dan oranye di dada bagian atas, dan sedikit mirip dengan Masked Lovebird
Lovebird memiliki kecenderungan untuk menjalin ikatan baik dengan sesama Lovebird atau berinteraksi dengan manusia. Lovebird juga memiliki tipe agresif seperti menggigit.

Untuk menghindarinya, maka lovebird perlu ditangani secara lembut. Jika anda berniat memeliharanya, maka gunakanlah sangkar yang cukup kuat seperti berbahan besi.

Lingkungan juga harus mendukung dengan disertai pemberian gizi yang sesuai. Dengan keindahan bulunya, Lovebird menjadi menjadi burung favorit saat ini termasuk di Indonesia.

Hal tersebut terlihat dari makin maraknya kelas burung lovebird dalam lomba burung baik tingkat nasional maupun lokal.

Jika berniat memelihara, maka burung hasil tangkaran jauh lebih baik daripada memelihara hasil tangkapan alam, karena burung liar seringkali membawa suatu penyakit, seperti flu polyomavirus. Lovebird hasil tangkapan juga seringkali merasa stress karena mereka merasa kehilangan hubungan dengan pasangan atau kawanannya.

Lovebird hasil tangkapan juga tidak memiliki kejelasan usia dan mungkin saja mereka memiliki kepribadian yang tidak cocok untuk dipelihara.

Untuk memelihara lovebird yang baik usahakan membeli secara berpasangan, walaupun sebenarnya lovebird juga dapat hidup sendiri dan mengandalkan interaksi dengan manusia. Memiliki lovebird hanya 1 ekor menyebabkan burung ini merasa kesepian, apalagi jika sang pemilik juga tidak memiliki banyak waktu. Untuk itu sediakan pasangan atau teman bermain yang satu spesies karena lovebird membutuhkan banyak teman.

Sifat Lovebird termasuk mudah akrab dengan manusia. Jika sudah merasa nyaman burung itu akan rela bertengger di jari atau bahu. Beberapa lovebird dapat belajar bicara, tapi banyak pula yang tidak.

Ada kemungkinan mereka dapat belajar untuk menirukan suara manusia jika diajarkan sejak usia muda. Lovebird memiliki sifat cerewet, karena di alam liar mereka terbiasa melakukan komunikasi dengan sesama spesiesnya untuk menjaga keutuhan kawanan. Kicauan burung itu juga merupakan bentuk sinyal jika ada ancaman.

Anda tertarik merawat Lovebird? Yang juga unik dari burung lucu ini adalah memiliki birahi yang cenderung mudah naik. Banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini.

Variasi pakan yang kurang tepat, penjemuran yang berlebih atau melihat burung lain dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya. Pastinya, burung ini sangatlah mudah dirawat karena tidak mudah stress. Burung jenis ini sudah ratusan tahun ditangkarkan oleh manusia dan menyenangi lingkungan yang sejuk. (Dela/dari berbagai sumber-12) (/)

(sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/01/125275/Lovebird-Burung-Cinta-Sehidup-Semati)