Tulisan dari ‘LOVE BIRD’ Kategori

Cara meloloh anakan Love bird ( hand feeding )

Istilah hand feeding biasa digunakan dalam dunia penangkaran burung. Hand feeding artinya memberikan makanan anakan burung dengan bantuan tangan manusia (bukan indukan burung). Dengan hand feeding akan diperoleh burung yang jinak dan lebih mudah dalam pemeliharaan.

Tiap penangkar memiliki cara dan aturan tersendiri dalam melakukan hand feeding. Hand feeding biasa dilakukan terhadap burung lovebird yang telah berumur 2 minggu. Kondisi fisik anakan lovebird pada umur tersebut biasanya cukup kuat karena telah memiliki asupan nutrisi dan imunisasi dari indukan. Terdapat beberapa aturan baku yang harus dilakukan dalam hand feeding. Pertimbangan utama yang harus di lakukan sebelum memutuskan untuk melakukan hand feeding adalah ketersediaan waktu untuk melakukan hand feeding pada jam-jam tertentu dan ajeg. Faktor lain yang juga perlu untuk dipertimbangkan adalah tingkat kesabaran yang cukup tinggi. Melakukan hand feeding bukan pekerjaan yang ringan seperti yang terlihat, namun dengan berjalannya waktu berbagai kendala akan dapat teraatsi dengan mudah. Pastikan bahwa Anda telah melihat dan mengamati dengan seksama cara-cara melakukan hand feeding kepada penangkar yang telah berhasil melakukan hand feeding sebelum Anda memulainya.

Peralatan hand feeding

Sediakan beberapa alat yang dibutuhkan untuk melakukan hand feeding. Alat-alat yang mutlak dibutuhkan adalah:

Alat suntik tanpa jarum
Karet angin
Sendok plastik
Thermometer
Mangkuk kecil
Kertas tissue
Gelas plastik
Bahan-bahan adonan
Kotak inkubator

Alat suntik

Alat ini digunakan sebagai pengganti tembolok induk. Berfungsi sebagai penyimpanan bahan makanan yang akan disuapkan ke anakan-anakan lovebird. Gunakan ukuran 10mL, untuk mendapatkan hasil yang pas bagi ukuran tembolok anakan lovebird.

Karet angin

Karet angin berguna untuk menyalurkan adonan dari tabung jarum ke tembolok anakan lovebird. Dengan sifatnya yang kenyal dan lentur, karet angin tidak berbahaya meskipun masuk ke dalam kerongkongan anakan burung.

Sendok plastik

Sendok dibutuhkan untuk mencampur dan mengaduk adonan yang akan diberikan kepada anakan-anakan lovebird.

Termometer

Anakan burung lovebird membutuhkan asupan makanan dalam suhu tertentu. Dengan alat ini kita dapat mengukur suhu adonan yang akan disuapkan ke anakan lovebird. Beberapa penangkar mengandalkan sentuhan tangan untuk mengukur suhu adonan, namun sangat lebih tepat bila menggunakan termometer. Suhu adonan yang terlalu panas dapat membakar kerongkongan dan tembolok anakan lovebird.

Mangkuk kecil

Mangkuk berguna untuk mencampur adonan. Gunakan ukuran mangkuk kecil, sesuai dengan kuantitas adonan yang akan dibuat. Lebih baik membuat satu kali pakai adonan, daripada menyimpan sisa adonan.

Kertas tissue

Kertas tissue dibutuhkan sebagai alas tempat anakan-anakan burung yang akan disuap dan sekaligus pembersih adonan suapan yang tercecer pada tempat tersebut.

Gelas plastik

Gunakan gelas plastik atau semacam wadah dengan ukuran sedang untuk membilas alat-alat yang telah selesai digunakan.

Bahan adonan

Bahan adonan untuk anakan lovebird banyak tersedia di toko-toko bahan makanan burung ataupun makanan bayi. Pilihlah bahan adonan yang paling mudah Anda dapatkan. Menu bubuk makanan untuk anakan burung atau bubur bayi merupakan menu yang paling mudah diperoleh. Periksa tanggal kadaluwarsa pada bungkusnya. Sekali waktu sayur kangkung, jagung muda yang telah diblender dapat pula menjadi bahan adonan makanan anakan burung lovebird.

Kotak inkubator

Kotak inkubator berfungsi sebagai tempat anakan burung setelah mereka diambil dari glodog. Kotak incubator dapat dibuat sendiri dengan ukuran yang disesuaikan dengan jumlah anakan burung yang akan berada di dalamnya. Contoh ukuran kotak untuk 5 ekor anakan adalah 50cm x 30cm x 30 cm. Anakan burung lovebird akan berada di dalam kotak incubator sebelum mereka berumur 2 bulan. Kotak ini dilengkapi dengan lampu berukuran 5 watt dan bahan-bahan sarang seperti yang terdapat di dalam glodog. Bahan-bahan sarang harus secara rutin diganti dengan yang baru untuk menjaga kebersihan kotak inkubator.

Persiapan hand feeding

Umur anakan burung lovebird yang paling tepat untuk di hand feeding adalah 2 minggu dari pecah telur. Biasanya pada umur tersebut mata anakan burung mulai terbuka dan bulu-bulu jarum mulai tumbuh pada tubuh anakan tersebut. Seperti kita tahu bahwa anakan lovebird tidak menetas secara bersamaan. Maka berdasarkan urutan menetas mereka anakan-anakan burung yang belum berumur 2 minggu dapat ditinggal di dalam glodog. Beberapa penangkar mengambil langsung semua anakan dan memindahkannya ke dalam kotak incubator. Keputusan untuk mengambil anakan secara berurutan atau mengambil semua anakan sangat bergantung kepada karakter indukan burung lovebird tersebut. Terdapat beberapa indukan yang dapat bertoleransi dengan gangguan atau pengambilan beberapa anakan di glodog mereka, namun tidak sedikit pula indukan yang tidak dapat bertoleransi dengan gangguan dalam bentuk apapun. Jika indukan terlalu sensitive atau pernah memiliki catatan menyerang anakan, maka lebih baik untuk mengambil semua anakan burung sekaligus. Untuk indukan lovebird yang toleran, maka anakan burung yang masih terlalu muda dapat ditinggal di dalam glodog dan dapat diambil dari glodog 10 hari kemudian. Setelah semua anakan dipindah ke incubator, glodok indukan diganti bahan sarang baru.

Siapkan kotak incubator dan segala perlengkapan yang ada di dalamnya (lampu, bahan sarang) sebelum memindahkan anakan burung dari glodog ke kotak incubator. Pemindahan anakan burung lovebird dapat dilakukan pada pagi hari, setelah mereka mendapatkan suapan dari indukan (berkisar pukul 08.00 pagi). Atau dapat dilakukan pada saat pembersihan kandang dan pemberian pakan dan minuman baru di pagi hari. Setelah berada di dalam kotak incubator anakan-anakan tersebut tidak perlu langsung disuap, karena mereka masih berada dalam kondisi kenyang.

Anakan ditempatkan dalam kotak incubator sesuai dengan ukuran dan umur mereka masing-masing. Jadi sangat perlu untuk menyediakan beberapa sarang di dalam satu kotak incubator. Pemilahan anakan berdasarkan ukuran dan umur perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Anakan burung yang lebih tua dan biasanya memiliki ukuran yang lebih besar akan sering menginjak anakan burung yang lebih muda.

Proses hand feeding

Langkah-langkah melakukan hand feeding atau penyuapan segera dapat dilakukan dengan urutan-urutan langkah seperti tertulis di bawah ini. Perlu dicatat bahwa Anda dapat melakukan urutan-urutan yang tidak sama persis dengan apa yang tertulis disini. Persiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan dan dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:

# Langkah pertama.

Siapkan beberapa lembar kertas tissue untuk alas anakan burung yang hendak disuap. Akan terdapat ceceran adonan yang tidak tertelan oleh anakan burung. Untuk menjaga kebersihan, maka alas kertas tissue selalu dibutuhkan dalam setiap kali melakukan penyuapan.

# Langkah kedua.

Buatlah adonan sesuai dengan petunjuk yang tertera di dalam bungkus makanan yang digunakan. Masing-masing merk akan memiliki aturan atau petunjuk penggunaan yang hampir sama.

Ambil wadah untuk membuat adonan. Jangan membuat adonan terlalu banyak, perkirakan adonan akan habis dalam setiap jadwal penyuapan. Adonan dingin atau sisa sangat tidak dianjurkan diberikan kepada anakan lovebird. Gunakan air panas untuk membuat adonan, air termos dapat digunakan dalam mencampur adonan tersebut. Suhu air untuk membuat adonan adalah berkisar 46 – 48 C. Setelah dicampur dengan formula bahan makanan dan menjadi adonan siap saji pastikan suhu berada pada kisaran 38 – 40 C.

Untuk penyuapan pertama kali buatlah adonan encer, kemudian berangsur-angsur ditambah kekenthelan adonan seiring pertambahan umur anakan lovebird. Ketepatan dalam menentukan kepekatan adonan sangat penting. Jika adonan terlalu pekat, maka anakan lovebird akan mengalami kesulitan dalam mencernanya. Bila hal tersebut terjadi maka yang akan terjadi adalah terjadinya gangguan pencernaan yang ditandai dengan sembelit. Selain itu jika adonan terlalu pekat atau kenthal maka akan sulit untuk masuk ke tabung suntik. Ketepatan kepekatan adonan dapat diukur dengan lancar dan tidaknya masuk ke dalam tabung suntik. Perbandingan yang dapat digunakan dalam mencampur air dan bahan adonan adalah 2 : 1. Setelah itu dapat diukur ketepatannya dengan menambah air sedikit demi sedikit.

Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah ketepatan suhu adonan. Oleh karena itu keberadaan thermometer sangat dibutuhkan. Adonan yang terlalu panas akan membakar kerongkongan dan tembolok anakan burung lovebird. Bila terlalu dingin anakan burung sulit mencernanya dan sering menolak suapan yang diberikan. Suhu adonan yang pas untuk diberikan kepada anakan lovebird berkisar antara 38 – 41 C. Biasanya anakan lovebird yang berumur lebih muda lebih menyukai adonan yang lebih hangat, namun tidak demikian untuk anakan lovebird yang lebih tua. Akan sangat tepat jika dalam penyuapan lovebird didahulukan dari urutan paling muda. Hal tersebut dapat dilakukan hingga anakan berumur 4 minggu.

#Langkah ketiga

Hisap adonan dengan suntikan hingga memenuhi setengah isi tabung. Sebaiknya disediakan 2 buah suntikan agar supaya anakan burung tidak terlalu lama menunggu giliran untuk segara mendapatkan suapan. Selain itu, apabila salah satu suntikan ngadat atau macet, maka segera dapat digunakan suntikan yang lain.

Ambillah anakan burung lovebird yang paling kecil. Setelah ditempatkan pada tempat yang telah disediakan maka sodorkan ujung suntikan ke mulut anakan tersebut. Besar kemungkinan anakan lovebird yang pertama kali disuap tidak segera bereaksi melahap adonan yang disuapkan. Hal ini sangat wajar, secara cepat mereka akan mengenali adonan sebagai santapan yang lezat. Dalam menyuapkan adonan dengan suntikan, peganglah kepala anakan dengan ibu jari dan telunjuk dengan lembut, sodorkan ujung karet ke mulut anakan burung dorong tabung suntikan dengan lembut dan pelan. Bila anakan burung mulai memasukkan karet ke dalam kerongkongannya, ikuti gerakan tersebut sambil mendorong adonan dalam tabung dengan perlahan.

Amatilah perubahan besar kecilnya tembolok anakan burung yang sedang disuap. Hentikan penyuapan apabila tembolok telah penuh. Tempatkan anakan burung yang telah kenyang ke kotak incubator dan lakukan penyuapan untuk anakan burung lovebird berikutnya.

Jangan lupa untuk menutup kotak incubator, ketika terdapat anakan burung yang ada di dalamnya. Dengan bertambahnya umur anakan lovebird, mereka cenderung untuk berjalan atau mulai belajar meloncat dan terbang. Kelengahan dalam mengamankan anakan lovebird dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diharapkan terjadi (burung melompat dari kotak dan jatuh, burung terbang, dan lain sebagainya).

Saat pertama kali penyuapan paling tepat dilakukan pada siang hari dengan asumsi anakan lovebird diambil dari glodog pada pagi hari. Jadwal siang tersebut kemudian menjadi penentu jadwal penyuapan berikutnya, setiap 5 atau 6 jam. Dalam kurun waktu tersebut tembolok anakan burung ada dalam keadaan kosong. Dalam keadaan lapar maka anakan burung lovebird akan menyantap makanan dengan lahap pada setiap jadwal makannya. Namun karakter setiap burung akan berbeda satu sama lain. Ada beberapa anakan burung yang begitu rakus. Selalu melahap tiap sodoran adonan ke dalam mulutnya meskipun tembolok mereka telah penuh, namun ada pula yang berhenti begitu tembolok mereka terisi adonan secukupnya.

Membuat jadwal penyuapan untuk hand feeding akan memudahkan dan sangat membantu efisiensi kerja hand feeding dan perkembangan anakan burung. Tembolok anakan burung lovebird akan kembali kosong setelah 4 – 5 jam penyuapan terakhir. Terdapat juga anakan yang lebih cepat dari durasi waktu tersebut. Jika terdapat anakan burung lovebird yang temboloknya terlalu lama kosong, maka besar kemungkinan terjadi kesalahan dalam proses pencernaan anakan burung tersebut

Berikut jadwal dan pedoman handfeeding yang dapat digunakan.

Umur anakan Waktu Kepekatan Adonan Kuantitas

2 – 3 minggu 06.30 pagi; 12.00 siang; 06.00 sore; 11.00 malam Encer 4 – 6 cc

3 – 4 minggu 06.30 pagi; 12.00 siang; 06.00 sore; 10.00 malam Encer 6 – 12 cc

4 – 5 minggu 06.30 pagi; 12.00 siang; 06.00 sore; 10.00 malam Sedang 6 – 12 cc

*Catatan: Pada umur 3 – 4 minggu anakan burung lovebird mulai dikenalkan dengan makanan burung lovebird dewasa (milet, kenari seed, sayur kangkung, jagung muda)

( Sumber : http://jabanbirdfarm.blogspot.com/2012/09/cara-meloloh-anakan-love-bird.html)

LOVE BIRD MABUNG

Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung Love Bird pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung Love Bird menjadi rusak.

Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung Love Bird meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Love Bird butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.
Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.
Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung untuk burung Love Bird:

Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.

Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.

Pemberian porsi pakan tambahan diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Tambahkan biji-bijian bunga Matahari, dan Biji Kacang Hijau dan variasikan pemberian sayuran segar dan buah.

Berikan Multivitamin yang berkualitas seperti BirdMolt dan BirdVit produk Om Kicau 2x seminggu.

Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

( sumber : http://www.gudangburung.com/2012/02/love-bird-mabung.html)

KOLEKSI LOVE BIRD

IMG_0254

IMG_0251

IMG_0238

IMG_0241

IMG_0462

IMG_0469

IMG_0473

IMG_0476

IMG_0479

IMG_0483

IMG_0485

IMG_0487

IMG_0491

 

IMG_0496

 

IMG_0500

 

IMG_0502

 

IMG_0510

 

IMG_0519

 

IMG_0522

 

IMG_0529

 

IMG_0531

 

IMG_0535

 

IMG_0532

Cara Memilih Burung Lovebird bakalan lomba

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung lovebird diantaranya :

1. Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar, panjang dan terlihat kokoh.
2. Berkepala besar. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
3. Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih           bahan yang berleher dan berbadan pendek.
4. Sebaiknya juga pilihlah bahan yang berdada lebar.
5. Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat                   kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
6. Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
7. Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
8. Bola mata besar dan bersih bersinar. Menandakan burung ini memiliki prospek yang cerah apabila dijadikan burung lomba. Karena          akan sangat gacor.
Demikian beberapa hal dalam pemilihan bakalan burung lovebird agar dapat membantu para pembaca dalam mendapatkan burung lovebird yang bakal menjadi juara dalam setiap kontes, mudah-mudahan dapat membantu.

 

Lovebird, Burung Cinta Sehidup-Semati

LOVEBIRD tampaknya mulai menjadi idola sekarang. Pecinta burung ini tak hanya orangtua, kawula muda pun mulai ikut melirik burung jenis ini. Banyak anak muda menghadiahi pasangannya dengan burung tersebut.

Konon katanya, Lovebird dipercaya sebagian orang dijadikan simbol dalam kerukunan berpasangan. Burung ini terkenal dengan bentuknya yang lucu dan kombinasi warna bulu yang sangat menawan. Burung ini terkenal cerewet, karena sensitif dengan suara tinggi yang ada di sekitarnya.

Banyak pecinta burung itu bercerita bahwa apabila salah satu pasangan mati, maka pasangan yang lain-pun akan ikut mati. Layaknya janji sehidup-semati yang diucapkan muda-mudi yang sedang jatuh cinta.

Biasanya kondisi lovebird yang ditinggal mati pasangannya, seakan tidak memiliki gairah untuk hidup, dan sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam kotak tempat bertelur. Pikirannya stress begitu pula satu-per-satu bulu mulai rontok dari tubuhnya. Mirip sekali dengan manusia yang ditinggal pergi oleh kekasih hatinya.

Sungguh unik bukan? Ternyata penamaan burung ini setelah ditelusuri artinya sangat mendalam sesuai dengan namanya ëburung cintaí. Cinta adalah fitrah manusia, namun tidak hanya dari manusia saja kita bisa belajar memahami makna cinta, dari burung pun kita juga belajar tentang makna cinta.
Saling Menyayangi
Lovebird adalah satu dari sembilan jenis spesies genus Agapornis (dari bahasa Yunani “agape” yang berarti “cinta” dan “ornis” yang bearti “burung”). Mereka adalah burung yang berukuran kecil, antara 13-17cm dengan berat 40-60 gram, dan bersifat sosial.

Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies “Lovebird Kepala Abu-Abu” berasal dari Madagaskar. Nama mereka berasal dari kelakuan yang umum diobservasi, bahwa sepasang Lovebird akan duduk berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain.

Lovebird merupakan tipe burung yang monogami atau setia pada pasangan dalam jangka waktu yang lama. Lovebird jenis sayap hitam memiliki kekhususan memakan serangga dan buah ara, dan lovebird kerah hitam, memiliki kebutuhan diet khusus dengan buah ara, sehingga mereka bermasalah jika di penangkaran.

Beberapa spesies yang dibiakkan sebagai hewan peliharaan dengan berbagai warnanya yang cantik merupakan hasil persilangan yang selektif di peternakan burung. Burung lovebird dapat berumur 10 sampai 15 tahun.

Lovebird adalah burung terkecil di antara keluarga betet. Memiliki bentuk tubuh kompak, ekor pendek berujung tumpul, dan paruh tajam. Lovebird liar didominasi warna hijau dengan berbagai warna pada tubuh bagian atas , tergantung spesies.
Lovebird Fischerís, Lovebird Black-cheeked, dan Masked Lovebird, memiliki cincin putih terkemuka di sekitar mata mereka. Di Indonesia tipe ini disebut lovebird berkacamata.
Agresif
Populasi liar lovebird spesies Fischer Masked berada di kota-kota di Afrika Timur. Di daerah itu juga ditemui burung Lovebird tipe hibrida atau silangan dari beberapa spesies. Burung hibrida berciri memiliki cokelat kemerahan pada kepala dan oranye di dada bagian atas, dan sedikit mirip dengan Masked Lovebird
Lovebird memiliki kecenderungan untuk menjalin ikatan baik dengan sesama Lovebird atau berinteraksi dengan manusia. Lovebird juga memiliki tipe agresif seperti menggigit.

Untuk menghindarinya, maka lovebird perlu ditangani secara lembut. Jika anda berniat memeliharanya, maka gunakanlah sangkar yang cukup kuat seperti berbahan besi.

Lingkungan juga harus mendukung dengan disertai pemberian gizi yang sesuai. Dengan keindahan bulunya, Lovebird menjadi menjadi burung favorit saat ini termasuk di Indonesia.

Hal tersebut terlihat dari makin maraknya kelas burung lovebird dalam lomba burung baik tingkat nasional maupun lokal.

Jika berniat memelihara, maka burung hasil tangkaran jauh lebih baik daripada memelihara hasil tangkapan alam, karena burung liar seringkali membawa suatu penyakit, seperti flu polyomavirus. Lovebird hasil tangkapan juga seringkali merasa stress karena mereka merasa kehilangan hubungan dengan pasangan atau kawanannya.

Lovebird hasil tangkapan juga tidak memiliki kejelasan usia dan mungkin saja mereka memiliki kepribadian yang tidak cocok untuk dipelihara.

Untuk memelihara lovebird yang baik usahakan membeli secara berpasangan, walaupun sebenarnya lovebird juga dapat hidup sendiri dan mengandalkan interaksi dengan manusia. Memiliki lovebird hanya 1 ekor menyebabkan burung ini merasa kesepian, apalagi jika sang pemilik juga tidak memiliki banyak waktu. Untuk itu sediakan pasangan atau teman bermain yang satu spesies karena lovebird membutuhkan banyak teman.

Sifat Lovebird termasuk mudah akrab dengan manusia. Jika sudah merasa nyaman burung itu akan rela bertengger di jari atau bahu. Beberapa lovebird dapat belajar bicara, tapi banyak pula yang tidak.

Ada kemungkinan mereka dapat belajar untuk menirukan suara manusia jika diajarkan sejak usia muda. Lovebird memiliki sifat cerewet, karena di alam liar mereka terbiasa melakukan komunikasi dengan sesama spesiesnya untuk menjaga keutuhan kawanan. Kicauan burung itu juga merupakan bentuk sinyal jika ada ancaman.

Anda tertarik merawat Lovebird? Yang juga unik dari burung lucu ini adalah memiliki birahi yang cenderung mudah naik. Banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini.

Variasi pakan yang kurang tepat, penjemuran yang berlebih atau melihat burung lain dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya. Pastinya, burung ini sangatlah mudah dirawat karena tidak mudah stress. Burung jenis ini sudah ratusan tahun ditangkarkan oleh manusia dan menyenangi lingkungan yang sejuk. (Dela/dari berbagai sumber-12) (/)

(sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/01/125275/Lovebird-Burung-Cinta-Sehidup-Semati)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.